Herlina Van Tojo

Minggu, 30 September 2012

Nanti Malam, Lawatan Penyair Aceh ke Ibukota Penyair

Sabtu, 15 September 2012 14:40 WIB
RIZKI (RILIS)

Tak Terima Dituduh Langgar Kode Etik, Pro Haba Laporkan AJI Banda Aceh ke Polda

Pengrajin Kasab Aceh Kesulitan Pasarkan Produk ke Luar Negeri

Heboh, Beredar Surat Penjualan Atlet Karate Aceh ke Riau

JK Berbagi Pengalaman Damaikan Aceh ke Myanmar


YOGYAKARTA-Panggung Aphiteater Taman Budaya Yogyakarta akan dimeriahkan dengan pembacaan puisi penyair Aceh dan penyair Yogyakarta, nanti malam, Sabtu, 15 September 2012. Yogyakarta telah dinobatkan kembali sebagai ibukota penyair sejak 1 September 2012.

Penyair Aceh yang akan membawakan puisi bertemakan damai untuk Aceh itu adalah Zubaidah Djohar. Kendati lahir ranah Minang, penyair Zhu banyak menulis puisi bertemakan Aceh, terutama menyangkut kampanye hak asasi manusia dan perdamaian.

“Saya lahir di Minang. Itu tumpah darah saya, tapi dalam darah saya juga sudah melekat Aceh. Saya meneliti tentang Aceh, saya bekerja di Aceh dan tinggal di Aceh. Makanya puisi-puisi saya banyak bertema Aceh,” ujar Zhu.

Selain Zhu, seniman Aceh lainnya yang turut membacakan puisi di sana adalah Herman RN, yang juga dikenal sebagai cerpenis dan penutur. Adapun penyair Yogyakarta yang akan menghentakkan Amphiteater Taman Budaya itu antara lain Herlina van Tojo, Maria Widhi, Catur Stanis, dan Dinar Saka.

Setelah baca puisi, kegiatan akan dilanjutkan dengan bedah puisi “Pulang Melawan Lupa” antologi puisi perdana Zubaidah Djohar. Puisi-puisi itu akan dibahas oleh Hamdy Salad, doen UIN Sunan Kalijaga. Pemberi pengantar sekaligus dekorator panggung Arieyoko, seorang seniman senior Bojonegoro.

“Panggungnya nanti kita hias dengan kain berbentuk layang. Ada bambu-bambu di pinggir kiri-kanan panggung. Pokoknya, kita usahakan seartistik mungkin,” kata Arieyoko, yang juga mengurusi pementasan yang sama di Semarang pada 16 September 2012 nanti.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian lawatan baca dan diskusi antologi puisi "Pulang Melawan Lupa" karya Zubaidah Djohar di tiga kota, Jakarta (12 September 2012), Yogyakarta (15 September 2012), dan Semarang (16 September 2012). Tidak lama setelah ini, Zhu juga akan membaca puisi di negeri jiran Kuala Lumpur.[]
Diposting oleh Her Jo di 14.01
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2022 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2018 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2012 (9)
    • ▼  September (9)
      • Tadarus Puisi dan Syair Aceh di ...
      • Dibedah, Buku Topeng Karya Slamet Riyadi Sabrawi ...
      • Membaca Antologi Puisi di Sastra Bulan Purnama ...
      • Tadarus Puisi dan Syair Aceh di Surau Kami ...
      • Nanti Malam, Lawatan Penyair Aceh ke Ibukota Peny...
      • ZUBAIDAH DJOHAR AKAN LUNCURKAN “PULANG MELAWAN LUP...
      • PUISI BISU YANG TAK LAGI “BISU” - Zubaidah Djohar...
      • 'Topeng' dari Slamet Riyadi Sabrawi Buku puis...
      • " HARI INI BUKAN HARI KEMARIN" Hari ini aku ...

I'm woman and happy

Her Jo
Lihat profil lengkapku
Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.